Jumat, 24 April 2015

Media Pembelajaran " Ular Tangga Matematika "

0

Media yang dibuat adalah ular tangga matematika. Media ini dapat digunakan untuk materi bangun datar dan ruang. Media ini dikemas dalam bentuk yang simple dan mudah untuk dipahami. Media ini dapat digunakan untuk anak SD ataupun SMP sebagai alat bantu memahami materi tersebut.Berikut penjelasan mengenai alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat ular tangga matematika dan langkah-langkah membuat serta penjelasan mengenai cara permainannya.


Ø  Alat yang digunakan :

1.       Gunting
2.       Penggaris
3.       Pensil
4.       Spidol
5.       Lem Kertas
6.       Bidak

Ø  Bahan yang digunakan :

1.       Kertas Origami
2.       Karton Padi

Ø  Langkah-Langkah Pembuatan :

1.       Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.












2.       Potong karton padi yang telah disediakan dengan ukuran 30cm x 30cm.


 









3.       Ambil kertas origami lalu beri lem di atasnya, lakukan berulang dengan origami  lainnya.













4.       Tempelkan kertas origami tersebut ke karton padi yang telah dipotong tadi.














5.      Buat garis sebanyak 10 secara vertikal dan horizontal. Hingga terbentuk 100 kotak. Lalu gambar bangun datar dan ruang disetiap kotaknya. 













6.    Gambarkan juga tangga dan ular Seperti ular tangga  kebanyakan.










Ø  Cara Menggunakan Ular Tangga Matematika ini yaitu sebagai berikut:

1.       Pelilah pemain sebanyak 2 orang atau lebih
2.       Lalu pemain yg pertama harus melempar dadu sama seperti ular tangga kebanyakan
3.      Setelah dadu dilempar pemain harus berjalan ke kotak sesuai dengan dadu tersebut, namaun dadu       disini bukan berupa angka 1-6 melainkan rumus bangun datar dan bangun ruang. Contohnya jika         si pemain mendapatkan rumus segita maka pemain tersebut harus berjalan ke kolom yang                   terdapat gambar segitiganya, lalu setelah itu pemain harus menjawab soal jika si pemain dapat            menjawab soal tersebut maka si pemain berhak melanjutkan permainan namun jika si pemain              tidak dapat menjawabnya maka mereka akan di diskualifikasi, pada saat menjawab soal pemain          akan diberi waktu kurang lebih 10 menit jika waktu telah habis tetapi si pemain belum selesai              menjawabnya maka mereka akan di diskualifikasi. Barang siapa yang dapat bertahan dari pemain        lainnya ialah yang menjadi pemenang.
4.     Ini contoh ular tangga matematika yang sudah jadi, terdapat dadu dengan rumus-rumus                        matematika, papan permainan, dan bidak.



Kamis, 23 April 2015

Riwayat Hidup Dosen Fakultas Pendidikan Matematika UNSRI

0

Dra. Elly Susanti, S.Pd, M. Pd merupakan salah satu dosen di Universitas Negeri Sriwijaya khususnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di bidang Pendidikan Matematika. Beliau merupakan dosen yang kreatif, inovatif, cerdas, periang, serta ramah. Beliau sekarang mengajar di mata kuliah kalkulus. Beliau memiliki segudang keahlian bukan hanya dalam bidang matematika saja tetapi di bidang yang lainnya juga. Beliau sangat perhatian kepada setiap mahasiswanya, beliau juga sering memberi masukan kepada para siswanya. Berikut merupakan riwayat hidup singkat dari beliau.

Data Pribadi

Nama                                      : Dra.Elly Susanti, S.Pd, M. Pd.
NIP                                         : 198009292003122002
Tempat Tanggal Lahir            : Palembang, 29 September 1980
 Alamat                                   :  Jl.Pangeran Ayin Kompleks Sako Garden 2 Blok D.16 Palembang 30163
Agama                                    : Islam
Jenis Kelamin                         : Perempuan
Pekerjaan                                : PNS (Dosen)
Golongan                                : Penata Tk.I/IIIb/
Jabatan                                    : Lektor
No Telepon                             : 081367717886
E-mail                                      : Ely_pasca@yahoo.com

Riwayat Pendidikan

1.      (2002) Lulus S1 dari Universitas Sriwijaya
2.      (2009) Lulus S2 dari Universitas Sriwijaya
3.      Masih menempuh pendidikan S3 di Universitas Pendidikan Indonesia

Puisi Kesedihanku

0

Kau bagai sosok terang dalam kegelapan.
Sosok malaikat yang tak bersayap.
Saat mengenalmu hari-hariku berubah.
Hari-hariku yang dulunya sepi kini terasa indah.
Kau menorehkan sebuah cerita indah dalam hidupku.

Namun semua kini telah berubah.
Kau yang dulunya ku anggap malaikat.
Malaikat penolongku.
Kini telah menjelma sebagai sosok yang begitu tak ingin ku kenal.

Kau yang dulunya menorehkan cerita indah.
Kini kau hancurkan dengan semu sikap dan perilakumu.
Kau yang dulunya kubanggakan.
Kini telah hilang entah kemana.

Terkadang aku merindukan sosok yang setiap hari ada disampingku.
Mengisi hari-hariku dengan canda dan tawa.
Kini aku telah merasa sendiri.
Ditengah keramaian aku merasa sepi.
Aku merasa hari-hariku yang indah kini telah berlalu.

Kata maaf yang kau ucapkan takkan dapat mengulang semua cerita indah.
Cerita indah yang selalu kita rangkai disetiap harinya.
Kini aku merasa kau takkan pernah kembali.
Karena ku tahu kau telah pergi untuk selamanya.

Rabu, 22 April 2015

Ayah

0

Ayah..........
Seorang laki-laki yang patut untuk dicintai.
Meskipun ayah selalu terlihat kuat, kasar, tapi aku tau kau begitu takut.
Takut melepas anakmu untuk orang lain.
Takut melihat anakmu tersakiti.
Takut melihat anakmu menangis untuk laki-laki lain.

Ayah..........
Kau tak pernah lelah untuk mencari sesuap nasi.
Kau selalu kuat, tegar, meskipun ku tau kau begitu lelah dengan semua ini.
Tapi, kau tutupi lelahmu untuk melihat anakmu tersenyum.

Ayah..........
Kau lakukan itu hanya untuk anakmu.
Untuk melihat tawa dibibirnya.
Untuk melihat senyum didirinya.

Ayah..........
Kelak disaat kami dewasa.
Kelak disaat kami menikah.
Kau begitu sedih, kau begitu tak ingin melepas kami.
Tapi kau berusaha tegar, ikhlas melepas bidadari kecilmu untuk kebahagiaannya.

Ayah..........
Terimakasih, terimakasih untuk tetasan keringatmu.
Terimakasih untuk cinta dan kasih sayang tulusmu.
Terimakasih untuk semuanya, semua yang telah engkau berikan semua.
Yang telah engkau lakukan untuk kami.
Bidadari kecilmu.

Ayah..........

IBU

0

Ibu..........
Sosok wanita yang sangat istimewa.
Bagai seorang malaikat yang tak bersayap.
Seorang wanita yang tegar, yang tak rela melepas nyawanya hanya untuk seorang anak.
Kau ajarkan kami hingga kami kelak dewasa.
Kau tak pernah meminta imbalan atas apa yang telah engkau berikan.

Ibu..........
Andai waktu dapat terulang.
Aku ingin memelukmu, menciummu, mendekapmu.
Kini seorang anak kecil yang dulunya sering membuatmu marah, kesal.
Kini telah menjelma menjadi sosok yang dewasa.

Ibu..........
Andai semuanya dapat terulang,aku tak ingin menjadi sosok yang dewasa.
Aku ingin menjadi sosok anak kecil yang selalu bisa membuatmu tersenyum, ceriah, dan tertawa.
Kini sosok anak kecil itu tak lagi ada.
Hanya sesosok orang dewasa yang selalu berusaha agar dapat mebuatmu tersenyum kembali.
Tersenyum layaknya anak kecil yang membuatmu tersenyum pada dahulu kala.

Ibu..........
Engkau adalah makhluk yang paling sempurna.
Meskipun kami sering menyakitimu, tapi kau tak pernah dendam terhadap apa yang kami lakukan.
Andai sang waktu dapat terulang.
Aku ingin selalu ada dalam pelukanmu, bersamamu, hingga mataku terpejam untuk selamanya.

Ibu..........

Riwayat Hidup Guru Besar Pendidikan Matematika Universitas Sriwijaya

0

Prof. Dr. H. Zulkardi, M. I. Komp., M. Sc.merupakan Guru Besar Pendidikan Matematika di Universitas Sriwijaya Palembang. Beliau mengapdikan diri untuk mengembangkan pendidikan yang ada di Indonesia. Beliau telah banyak mengukir prestasi di dalam dunia pendidikan. Beliau juga memiliki seorang istri yang bernama Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si yang juga merupakan Dosen Pendidikan Matematika di Universitas Sriwijaya. Berikut riwayat hidup singkat beliau.


Data Pribadi

Nama                           : Prof. Dr. H. Zulkardi, M. I. Komp., M. Sc
NIP                             : 196104201986031002
Tempat Tanggal Lahir : Gunung, Raya, 20 April 1961
Alamat                        : Perumahan Bukit Sejahtera Blok LD No.5 Palembang
Agama                         : Islam
Jenis Kelamin              : Laki-laki
Pekerjaan                     : PNS (Dosen)
Golongan                    : Pembina Utama Muda/IV/C
Jabatan                                    : Guru Besar
No Telepon                 : 08127106777
E-mail                          : zulkardi@yahoo.com

Riwayat Pendidikan

1.      (1980-1984) S1 Pendidikan Matematika di FKIP UNSRI
2.      (1989-1990) S2 Ilmu Komputer di Universitas Indonesia sandwich with University of Maryland, USA 1989-1990 (1 tahun di UI dan 1 tahun di UM, USA).
3.      (1999-2002) Tugas Belajar pada International M.Sc (Master of Science) program at the Faculty of Education Technology (ICT in mathematics education) University of Twente, the Netherlands
4.      (1999-2002) S3 program on Mathematics education  University of Twente dan the Freudenthal Institute University of Utecht, the Netherlands.
Pada tahun 2006, beliau diberikan amanah menjadi Ketua Program Studi Pendidikan Matematika S2 Program Pascasarjana (PPS) UNSRI. Kemudian sejak tahun 2009, beliau menjadi Head of International Master Program on Mathematics Education (IMPoME) in collaboration between UNSRI-Utrecht University, Netherlands. Pada tahun itu juga (2009 – 2010), beliau dipercayakan menjadi Rektor Universitas Indo Global Mandiri (IGM) Palembang.
Karena prestasi dan kegigihan beliau, beliau diberikan amanah oleh matematikawan Indonesia menjadi Wakil Ketua Himpunan Matematika Indonesia atau Indonesian Mathematical Society (IndoMS) bidang Pendidikan selama tiga periode yaitu periode 2008-2010, 2010-2012, dan 2012-2014.










Senin, 20 April 2015

KETEMU CINTA DI MATEMATIKA

0

Silau cahaya matahari dipagi ini memang tak terlalu indah seperti biasanya  namun hal itu tak menghentikan senyuman manis dari Nina. Gadis remaja yang kini duduk dikelas XII di SMA NUSA itu tetap memamerkan senyuman indahnya. Nina gadis 16 tahun ini memang selalu ceria, jarang sekali terlihat raut wajah sedih pada dirinya.
“Selamat pagi duniaku....” teriak Nina penuh semangat saat berada ditaman kota ketika berjalan menuju kesekolahnya.
Follow your dream! Even if it’s just for a few minutes a day. Do what you love everyday. Today is always the best day of the week. Kata-kata indah itu yang membuat Nina selalu ceria.
Nina terus menyelusuri jalan menuju kesekolahnya. Ketika sampai disekolah, Sinta menghampiri Nina.
 “Hai Nin tadi aku ketemu Bu Sandra katanya sih kalau kamu udah dateng segera temuin beliau dikantor”.
“Oke makasih ya Sin infonya” ucap Nina.
Waktu tinggal 15 menit lagi sebelum bel berbunyi, Nina segera menaruh tasnya dikelas dan bergegas menuju kantor.
Dikantor, Bu Sandra sedang membereskan berkas-berkas yang ada diatas mejanya. Dengan sopan Nina memanggil Bu Sandra.
 “Permisi Bu”.
 “Ohh Nin baru dateng kamu ya tadi Ibu nyari kamu kekelas tapi kata Sinta kamu belum dateng” ungkap Bu Sandra yang masih beres-beres meja.
“Iya Bu tadi Nina memang belum dateng, kalau boleh tau ada apa ya Bu Ibu manggil Nina?” tanya Nina Ragu.
“Gini loh Nin, Ibu mau minta tolong bantuan kamu”.
“Minta tolong apa bu?” tanya Nina.
“Kamu tau kan sama Ciko? Orang tua Ciko itu adalah salah satu orang penting yang berpengaruh disekolah ini”.
Ucapan Bu Sandra masih belum selesai, Nina masih tetap menunggu kalimat selanjutnya.
“Orang tua Ciko itu kepengen ngebuat Ciko berubah. Ciko itu orangnya sangat males sama yang namanya hitung-hitungan”.
Bu Sandra berhenti lagi namun untuk kali ini sepertinya dia ingin melihat respon Nina dulu
“Jadi hubungan dengan saya apa Bu? ” hanya kalimat itu yang menurut Nina wajar dipertanyakan.
“Nah jadi Ibu pengen kamu yang ngajarin Ciko tentang hitung-hitungan. Kamu jangan takut rugi Nin kata orang tuanya Ciko kalau kamu mau, mereka akan menanggung semua kebutuhan sekolah kamu”.
Nina hanya bisa terdiam mendengar permintaan itu. Hingga dia memutuskan untuk meminta waktu untuk berfikir. Nina akan memberikan jawaban ketika pulang sekolah nanti dan Ibu Sandra menyetujuinya.
Sekolah NUSA adalah salah satu sekolah berkelas diBandung. Nina bisa masuk kesana bukan karena Nina mampu tapi karena Nina mendapatkan beasiswa dari sebuah lomba olimpiade matematika dikotanya. Nina memang kurang dalam segi ekonomi namun Nina tidak kekurangan dalam segi otak. Allah memang adil memberikan kekurangan dan kelebihan pada tempat yang benar. Nina disana adalah siswa yang selalu membawa prestasi setiap perlombaan cabang matematika. Nina juga sering disebut dengan kalkulator berjalan oleh teman-temannya.
Namun untuk hari ini kepala Nina isinya bukan kalkulator melainkan berisi tentang Ciko dan tawaran dari orangtuanya Ciko. Nina setuju saja dengan tawaran yang diberikan namun Nina masih belum bisa menerima jika yang akan diajarkannya nanti itu Ciko.
Dari kelas X Nina tidak pernah akrab dengan Ciko. Ciko anak orang kaya tapi Ciko sombong dengan semuanya. Ciko selalu menganggap Nina itu tidak ada apa-apanya. Setiap kali Nina lewat didepan Ciko pasti Ciko akan mengeluarkan kata-kata yang tak selayaknya dilontarkan. Namun Nina bukan tipe orang yang cepat tersinggung. Nina hanya mendengarkannya saja namun tak pernah dimasukkan kedalam hatinya.
Bel pulang sekolah berbunyi dan saat inilah Nina harus menjawab tawaran dari Bu Sandra tadi pagi.
“Nin gimana tawarannya, diterima atau tidak?” tanya Bu Sandra
Nina masih terdiam, Nina bingung harus menjawab apa disatu sisi dia tergiur dengan tawaran yang diberikan, disatu sisi pula dia tidak mau berhadapan dengan Ciko.
“Iya Bu Nina mau ngajarin Ciko tentang hitung-hitungan”
Akhirnya Nina menerima tawaran tersebut hal ini karena dengan menerima tawaran ini, Nina bisa meringankan beban kedua orang tuanya.
“Baiklah Nin kalau begitu mulai besok setiap hari setelah pulang sekolah kamu ngajarin Ciko ya” ungkap Bu Sandra.
“Iya Bu” jawab Nina singkat.
Keesokan harinya setelah pulang sekolah Nina menunggu Ciko diruang kelas. Namun 20 menit kemudian tidak ada tanda-tanda ciko datang. Nina mulai geram sampai akhirnya ia memutuskan untuk pulang saja.
Saat membuka pintu ruang kelas, Nina sangat terkejut melihat sosok laki-laki yang dari tadi ia tunggu.Ciko.
“Ohh jadi lo ya yang mau ngajarin gue hitung-hitungan?” tanya ciko dengan sinis.
“Iya” jawab Nina balik sinis.
“Terus kenapa lo keluar dari kelas?” tanya Ciko lagi.
“Harus ya gue jawab pertanyaan lo? Coba lo liat sekarang jam berapa?” jawab Nina tambah sinis.
“Ahh cuman 20 menit juga, apa salahnya coba?” jawab Ciko santai.
“Jadi sekarang mau belajar atau tidak? Masih banyak urusan yang lebih penting dibanding ngajarin lo” Ucap Nina.
“Sebenernya sih gue males tapi karena ini disuruh sama orang tua gue, gue nurut aja lah. Inget ya karena orang tua gue yang maksa bukan karena kemauan sendiri!” jawab Ciko nyolot.
Nina hanya menggeleng-gelengkan kepala dan kembali lagi kekelas.
Mulai saat itu Nina mengajarkan Ciko tentang matematika. Semakin lama mereka bersama membuat keduanya semakin tau kebiasaan-kebiasaan satu sama lain. Nina tau kalau Ciko sebenarnya anak yang pintar dalam hitung menghitung hanya saja semuanya tak terlihat karena sifat malas dalam diri Ciko. Dan Ciko juga tau kalau Nina tak seperti yang dia pikirkan selama ini,Nina adalah gadis yang ceria dan Ciko berpendapat mungkin sepanjang hidup ia tak pernah menangis. Yang Ciko liat saat belajar bersama Nina, hanya senyum tawanya yang berhasil membuat Ciko terdiam menatapnya.
Sampai akhirnya Ciko mendapatkan nilai yang selalu sempurna hampir setiap ujian harian ia selalu mendapat nilai 100. Bu Sandra sangat berterimakasih kepada Nina yang telah berhasil merubah Ciko menjadi seperti sekarang. Berkat semua itu Nina dan Ciko dikirim ke Jakarta untuk mengikuti olimpiade matematika se-Indonesia. Orang tua Ciko sangat bangga kepada Ciko dan lebih bangga lagi kepada Nina karena Nina lah Ciko bisa menjadi seperti ini.
Saat di Jakarta Nina dan Ciko tak henti-henti belajar hingga tiba waktunya untuk perlombaan. Usaha mereka semua tak sia-sia. Mereka pulang ke Bandung membawa sebuah mendali Emas. Sebuah kebanggaan sekali untuk mereka berdua terutama kebanggaan sekali untuk Ciko karena ini adalah medalinya yang pertama semenjak ada di SMA ini. Ketika diperjalan pulang dari Jakarta Nina dan Ciko mampir dulu dipusat perbelanjaan terkenal di Jakarta. Namun Nina hanya bisa melihat-melihat saja. Nina bukannya tak punya uang tapi Nina hanya ingin menyimpan uangnya untuk biaya kuliah nanti. Boneka beruang berwarna cokelat dan gelang couple yang ada di salah satu toko memang membuat Nina tergoda tapi ia mampu menahannya. Dari kejauhan Ciko hanya bisa tersenyum melihat mata cewek itu yang sangat-sangat tergoda dengan 2 barang tersebut.
Setelah pulang dari Jakarta mereka kembali lagi kekebiasaan awal. Belajar matematika tiap hari setelah pulang sekolah. Namun untuk hari ini sepertinya Ciko sedang tidak ingin belajar.
“Ehh Nin kita istirahat dulu ya, tiap hari kita belajar terus, ga bosen apa kamu Nin?” ungkap Ciko saat akan memulai pelajaran untuk hari ini.
“Besok itu kita ulangan Ciko, kamu mau dapet nilai kecil?” jawab Nina geram
“Ayolah Nin aku janji deh kalau besok aku bakal usaha dapet nilai 100 lagi, tapi syaratnya hari ini kita jangan belajar dulu ya. Bosen nih..” rayu Ciko pada Nina.
“Yaudah ia kita stop belajar hari ini, tapi janji ya besok harus dapet nilai 100 ” balas Nina.
“Iya Ibu Nina Puspita Dewi..” jawab Ciko sambil mengedipkan mata
“Ihh ganjen, yaudah kalau gitu aku pulang dulu ” Nina bergegas mengambil tas namun tangannya terhenti saat Ciko menggenggam tangan Nina.
“Nin jalan dulu yok hari ini, cuci mata gitu, aku mau ngasih kamu sesuatu karna kamu sudah bantuin aku, nilai-nilai aku mulai bagus sampai-sampai aku diikut sertakan ke olimpiade se-Indonesia, orang tua aku bangga sama kerja keras aku, Bu Sandra juga udah ga ngomel-ngomel lagi, dan semuanya gara-gara kamu” kata-kata itu terdengar sangat tulus dari bibir Ciko dan kalimat demi kalimat itu membuat Nina terpaku sesaat dan mulai mengangguk pelan.
Mereka berjalan-jalan sepanjang sore. Ciko mengajak Nina mengelilingi taman kota. Mereka duduk disebuah kursi taman yang dikelilingi oleh badut-badut lucu. Ciko permisi katanya sih mau ketoilet sebentar.
 Nina merasa ada yang aneh ketika salah satu badut berkostum doraemon berjalan kearahnya sambil membawa sebuah kotak besar. Dan bukan cuman itu saja. Badut berkostum mickey mouse juga menghampirinya dan memberikan sebuah kotak berukuran kecil. Nina hanya terdiam, ia tidak tau apa yang terjadi. Satu persatu kotak ia buka. Kotak pertama ternyata berisi boneka beruang yang Nina inginkan saat diJakarta dan kotak kecil berisi gelang couple yang Nina inginkan juga saat ada diJakarta. Badut lucu itu memakaikan gelang couple ditangan Nina.
“Baik banget ya kamu badut tapi siapa yang nyuruh kamu ngasih ini semua? ” tanya Nina.
Badut doraemon memberikan sepucuk surat kepada Nina.
“Kalau mau tau cari pasangan gelang kamu disalahsatu badut disini”
Nina mencari pasangan gelang tersebut disetiap badut namun tak ada yang mengenakan gelang tersebut. Hingga akhirnya Nina melihat sebuah badut beruang yang mirip dengan boneka beruang yang diberi untuknya diseberang jembatan ditaman kota. Nina benar badut beruang itu mengenakan gelang couple milik Nina dan disana terdapat papan tulis putih yang bertuliskan 120   Nina membuka kepala badut tersebut dan ternyata itu Ciko. Nina tersipu malu ketika tau kalau itu Ciko. Mata Nina berkaca-kaca melihat usaha Ciko yang sangat mengesankan ini. Nina hanya bisa terdiam. Hingga akhirnya Ciko berbicara.
“Nin makasih ya”
“Makasih untuk apa lagi Cik? Udah cukup kok kamu makasih sama aku gara-gara aku bisa ngerubah kamu”
“Bukan makasih untuk itu Nin. Tapi makasih karena kamu udah buat hati aku berubah”
“Berubah apaan?” tanya Nina tak mengerti.
“Ya awalnya aku memang sebel sama kamu soalnya kamu itu dipuji terus sama guru-guru tapi setelah aku tau kamu itu orangnya gimana, perasaan aku berubah Nin bukan sebel lagi tapi..... kalau kamu pengen tau kamu hapus tulisan dipapan tulis itu setengahnya saja” Ciko terdiam
Ciko memberikan sebuah penghapus papan tulis ke Nina dan meminta Nina menghapus setengah dari tulisan dipapan tulis tersebut.
Nina perlahan menghapus setengah tulisan tersebut dan Nina semakin terdiam saat tau kalau tulisan dibalik angka-angka tersebut adalah I Love You.
“Nin itu yang aku rasain sama kamu sekarang. Aku sayang kamu Nin. Kamu bukan cuman ngerubah pikiran aku tapi kamu ngubah perasaan aku juga kekamu.” Ungkap Ciko
“Kamu bener sayang sama aku Cik?” akhirnya kata-kata dari mulut mungil Nina terdengar.
“Iya Nin aku bener-bener sayang sama kamu” jawab Ciko berusaha meyakinkan Nina.
Sampai akhirnya Nina mengangguk perlahan dan bilang...
“Aku juga sayang kamu Cik”
Kini Ciko yang terdiam dan tersenyum mendengar jawaban dari Nina.
Nina dan Ciko kini di kenal sebagai pasangan yang sama-sama mempunyai otak kalkulator berjalan. Bu Sandra sampai bilang kisah cinta mereka cocok diberi judul “Ketemu Cinta Di Matematika”.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com